Postingan

Menampilkan postingan dengan label RELIGI

Arti hari dalam Kalender Karo

  Arti hari dalam Kalender Karo.   1.         Aditia : Wari medalit, mehuli mena, ngumbung, arih-arih atau runggu. 2.         Suma : Wari sidua nahe, manusia ras manuk, wari kurang mehuli, ngkuruk lubang lamehuli, mehuli erburu, niding, ngkawil, njala. 3.          Nggara: Wari merawa/merampek, mehuli erperang, ngulak, buang sial, erbahan tambar, erburu, ngerabi, ndapeti mehuli, sinidapeti latahan. 4.         Budaha : Wari si empat nahe, wari page, simehuli nuan-nuan, nama page ku keben, mena merdang tah nuan, kerja-kerja pe mehuli. 5.         Beraspati Pultak : Wari medalit, wari mehuli erbahan kerja-kerja, majek rumah, mengket rumah, mulai erbinaga, ngelamar dahin, ula pesimbak sora. 6.          Cukra Enem Berngi : Wari pembukui, wari salang sai, m...

Sistim Religi

Sistim Religi merupakan hal yang berkaitan dengan keyakinan seorang individu yang berfungsi mengatur kehidupan manusia dengan penciptanya. Kebudayaan yang terjadi di tengah masyarakat bisa terwujud karena ada perbedaan religi yang dimiliki masing-masing daerah. Sistim Religi mengalami perkembangan seiring adanya perkembangan pengetahuan. Dalam Sistim Religi hal yang penting meliputi sisitim ini adalah emosi keagamaan yakni suatu getaran jiwa yang mencakup dalam kehidupan manusia. Oleh karena adanya getaran tersebutlah yang mendorong adanya kegiatan yang bersifat religi.  Bersifat religi ini yakni berasal dari hati nurani. Selain emosi keagamaan, terbentuknya sistem religi juga dipengaruhi oleh unsur penting seperti sistem keyakinan,  sistem upacara keagamaan dan suatu umat yang menganut religi itu. Kekuatan sistem religi tersebut dapat dinilai dari ketiga unsur tersebut. Kekuatan disini adalah ukuran besarnya pengaruh sistem religi didalam mempengaruhi kehidupan manusia, khus...

GENDANG SELUK

Gambar
Gendang Seluk adalah Musik yang dimainkan dimana musik tersebut dapat memancing seseorang kemasukan roh yang ditemui pada Budaya Karo. Pada Zaman dahulu musik tersebut dimainkan pada saat acara-acara ritual yang dilakukan oleh Guru Sibaso. Pada kegiatannya saat perseluken guru si baso akan mengalami proses menjadi trance (kesurupan).